Minggu, 26 Februari 2012

KEPATUHAN MINUM OBAT

KEPATUHAN MINUM OBAT (COMPLIANCE)
DEFINISI KEPATUHAN Perilaku pasien yang mentaati semua nasihat dan petunjuk yang dianjurkan oleh kalangan tenaga medis, seperti dokter dan apoteker. Segala sesuatu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan pengobatan, salah satunya adalah kepatuhan minum obat. Hal ini merupakan syarat utama tercapainya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. DEFINISI CORCONDANCE Adalah suatu proses pengobatan, dimana pasien dan tenaga kesehatan menjadi mitra bersama dalam mencapai solusi terbaik untuk setiap masalah kesehatan yang dihadapi pasien. Pasien dan tenaga kesehatan membuat kesepakatan bersama tentang pengobatan dan perawatan masalah kesehatan yang dihadapi oleh pasien. CARA MENINGKATKAN KEPATUHAN 1.Memberikan informasi kepada pasien akan manfaat dan pentingnya kepatuhan untuk mencapai keberhasilan pengobatan. 2.Mengingatkan pasien untuk melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan demi keberhasilan pengobatan melalui telepon atau alat komunikasi lain. 3.Menunjukan kepada pasien kemasan obat yang sebenarnya atau dengan cara menunjukan obat aslinya. 4.Memberikan keyakinan kepada pasien akan efektivitas obat dalam penyembuhan. 5.Memberikan informasi resiko ketidakpatuhan. 6.Memberikan layanan kefarmasian dengan observasi langsung, mengunjungi rumah pasien dan memberikan konsultasi kesehatan 7.Menggunakan alat bantu kepatuhan seperti multikompartemen atau sejenisnya. 8.Adanya dukungan dari pihak keluarga teman dan orang – orang disekitarnya untuk selalu mengingatkan pasien, agar teratur minum obat demi keberhasilan pengobatan. 9.Apabila obat yang digunakan hanya dikonsumsi sehari satu kali, kemudian pemberian obat yang digunakan lebih dari satu kali dalam sehari mengakibatkan pasien sering lupa, akibatnya menyebabkan tidak teratur minum obat. JENIS – JENIS KETIDAKPATUHAN (NON COMPLIANCE) Ketidakpatuhan yang disengaja ( intentional non compliance ) Ketidakpatuhan yang tidak disengaja (unintentional non compliance ) Ketidakpatuhan yang disengaja ( intentional non compliance ) 1.Keterbatasan biaya pengobatan 2.Sikap apatis pasien 3.Ketidakpercayaan pasien akan efektivitas obat Ketidakpatuhan yang tidak disengaja (unintentional non compliance ) 1.Pasien lupa minum obat 2.Ketidaktahuan akan petunjuk pengobatan 3.Kesalahan dalam hal pembacaan etiket FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKPATUHAN PASIEN ( NON COMPLIANCE ) Lima faktor yang perlu diperhatikan untuk menghindari ketidakpatuhan pasien adalah ; 1.Penyakit pasien 2.Individu pasien 3.Sikap dokter 4.Obat yang diberikan 5.Lingkungan pengobatan AKIBAT NON COMPLIANCE A.Bertambah parahnya penyakit atau penyakit cepat kambuh lagi B.Terjadi toksisitas C.Keracunan PERAN APOTEKER DALAM KASUS NON COPLIANCE Apoteker sebagai drug informer Sumpah apoteker “ kesehatan pasien senantiasa akan saya utamakan “ CARA MENGETAHUI NON COMPLIANCE 1.Melihat hasil terapi secara berkala 2.Memonitor pasien kembali datang untuk membeli obat pada periode selanjutnya setelah obat itu habis 3.Melihat jumlah sisa obat 4.Langsung bertanya kepada pasien mengenai kepatuhannya terhadap pengobatan. MENGUKUR TINGKAT KEPATUHAN 1.Metoda pengukuran langsung ( pengukuran konsentrasi obat atau metabolitnya dalam darah atau urin ) 2.Metoda pengukuran tidak langsung meliputi wawancara dengan pasien, penilaian hasil pemeriksaan klinis. REFERENSI : google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar