Sabtu, 25 Februari 2012

VERTIGO

VERTIGO
(org yg mengalami vertigo biasanya sering memejamkan matanya, karena org tersebut beranggapan kalau disekitarnya itu berputar, tkt jatuh dan akhirnya org tsb memejamkan matanya, tp ga ditambah manyun kaya gambar diatas ini, he3 apa lg kaya ade aku yg kecil, manyun nya pol de, he3) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan/ gangguan orientasi di ruangan. Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah pusing, sempoyongan, mumet, pening, tujuh keliling, rasa mengambang, kepala terasa enteng, rasa melayang. Vertigo perlu dipahami karena merupakan keluhan nomer tiga paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek umum, bahkan orang tua usia sekitar 75 tahun, 50 % datang ke dokter dengan keluhan vertigo. Penyakit yang juga disebut vestibulars disorders atau gangguan vestibular ini adalah gangguan kesehatan yang berhubungan dengan sistem keseimbangan kita, biasanya gejala yang timbul adalah rasa berputar (ingin jatuh), telinga berdengung dan kadang-kadang dengan rasa mual. Pada dasarnya vertigo merupakan keluhan, bukan penyakit. Namun, keluhan ini bisa menjadi pertanda penyakit yang serius. Jadi, sekalipun bukan penyakit, vertigo tidak boleh disepelekan. Vertigo bisa jadi merupakan pertanda penyakit-penyakit seperti tumor otak, hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis),jantung, dan ginjal. Semakin dini vertigo ditangani akan semakin cepat dapat diatasi. B. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut : a. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah ilmu penyakit saraf. b. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang vertigo dari materi yang dicari diluar bangku kuliah. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Perkataan vertigo berasal dari bahasa Yunani “vertere” yang artinya memutar. Nama ini diberikan kepada orang yang biasanya merasa dunia di sekitarnya berputar sehingga hilang keseimbangan. Pengertian vertigo adalah sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh (ATK). Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak. Pengertian lain dari vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan. Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali. Kelainan ini terjadi karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer, kelainan pada telinga sering menyebabkan vertigo. Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo, dokter THT-KL biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi). B. Penyebab Vertigo sebenarnya dapat disebabkan banyak hal. Selain gangguan fungsi keseimbangan, juga dapat disebabkan gangguan psikologis, pemakaian obat-obatan tertentu, alkohol dll. Meski sebagian besar vertigo tidak diketahui sebabnya, tetapi pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebab perlu dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk mengeliminasi penyebab serius, yang mungkin bisa membahayakan jiwa. Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telingan dengan otak dan di dalam otaknya sendiri. Vertigo juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba. Keadaan lingkungan, motion sickness (mabuk darat, mabuk laut) obat-obatan, alkohol, gentamisin, kelainan sirkulasi Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler. Terkadang vertigo juga merupakan salah satu gejala awal terjadinya stroke ringan, sebagai akibat pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi (hipertensi). Biasanya vertigo yang diakibatkan oleh kurangnya oksigen ke otak ini akan disertai dengan mual dan muntah-muntah. C. Gejala Gejala simptomatik dari vestigo diantaranya nistagmus, unstable. Sedangkan untuk gejala Otonom dari vestigo duantaranya pucat, keringat dingin, mual, muntah. Intinya dari gejala vertigo, penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak/ berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak/ berputar. D. Patofisiologi Jaringan saraf yang berperan adalah : 1. Reseptor ATK (Alat Keseimbangan Tubuh) : - Reseptor mekanik vestibulum. - Reseptor cahaya di retina. - Reseptor mekanik di kulit, otot, sendi (proprioseptif). 2. Saraf Eferen, terdiri atas : - N. Vestibulararis. - N. Opticus. - N. Spinovestibulocerebralis. 3. Pusat Keseimbangan, terdiri atas : - Inti Vestibularis. - Cortex cerebri. - Hipothalamus. - Inti okuilomotorius. - Formatio retikularis. Vertigo dapat timbul jika ada gangguan pada salah satu/ lebih dari ketiga sistem tersebut, pada tingkat resepsi, integrasi/ persepsi. E. Diagnostik 1. Langkah-langkah sistematik dalam tatalaksana : - Memastikan keluhan sebagai vertigo : Memastikan keluhan sebagai vertigo, hindarkan salah persepsi tentang istilah vertigo. - Memastikan jenis dan letak lesi : Ini penting karena tiap jenis vertigo berbeda etiologi, patologi, terapi, dan prognosis. - Mencari penyebab : Penyebab vertigo vestibuler adalah Perifer (BPPV, Menier disease, tumor n. VIII, dll) dan sentral (Vaskuler, degeneratif, tumor, dll). Penyebab vertigo non vestibuler adalah Polineuropati, arthrosis cervicalis, trauma cerikal. - Memantau terapi. 2. Anannesis - Bentuk vertigo. - Keadaan yang memprovokasi. - Profil waktu : akut, pelan-pelan, hilang timbul. - Gejala yang menyertai. Misalnya : gangguan pendengaran. - Penyakit sistemik. F. Jenis Vertigo 1. Jenis vertigo berdasarkan penyebabnya - Vertigo epileptica, yaitu pusing yang mengiringi/ terjadi sesudah serangan ayan. - Vertigo laryngea, yaitu pusing karena serangan batuk. - Vertigo nocturna, yaitu rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur. - Vertigo ocularis, yaitu pusing karena penyakit mata, khususnya karena kelumpuhan atau ketidakseimbangan kegiatan otot-otot bola mata. - Vertigo rotatoria, yaitu pusing seolah-olah semua disekitar badan berputar. 2. Jenis vertigo berdasarkan saluran - Vertigo vestibular : kelainan pada sistem vestibuler, ada 2 jenis yaitu : o Perifer, lesi pada labirin & n. Vestibularis. o Sentral, lesi pada batang otak sp korteks. - Vertigo Non Vestibular : kelainan pada sistem visual dan sistem somatoser. Tabel 1. Perbedaan klinis Vertigo Vestibuler dan Vertigo Non Vestibuler. Gejala Vertigo Vestibuler Vertigo Non Vestibuler Sifar vertigo Rasa berputar (“True vertigo”) Melayang,hilang keseimbangan. Serangan Episodik Kontinue Mual/ muntah + - Ggn pendengaran +/- - Gerakan pencetus Gerakan kepala Gerakan objek visual. Situasi pencetus - Orang ramai. Tabel 2. Perbedaan klinis vertigo vestibuler tipe perifer dan tipe sentral. Tipe perifer Tipe sentral Bangkitkan vertigo Lebih mendadak Lebih lambat Derajat vertigo Berat Ringan Pengaruh gerakan kepala + - Gejala autonom (mual, muntah, keringat). ++ + Gangguan pendengaran (tuli) + - Tanda fokal otak - + G. Pemeriksaan - Umum. - Neurologis. 1. Fungsi vestibuler/ serebeler. o Test Romberg : kedua kaki dirapatkan, mula-mula kedua mata terbuka, kemudian tertutup.  Kelainan vestibuler : Badan bergoyang menjauhi garis tengah pada waktu mata tertutup.  Kelainan cerebeler : badan bergoyang baik pada waktu mata terbuka/ tertutup. o Tandem Gait : Penderita berjakan lurus denga tumit kaki kanan/ kiri diletakan pada ujung jari kaki kanan/ kiri bergantian.  Kelainan vestibuler : perjalanan menyimpang.  Kelainan cerebeler : penderita cenderung jatuh. o Test Fukuda : dengan mata tertutup penderita berjalan ditempat sebayak 50 kali. Setelah itu diukur sudut penyimpangan kedua kaki.  Normal : sudut penyimpangan tidak lebih dari 30O. 2. Fungsi saraf-saraf otak. Visus, okulomotor, sensori wajah, otot wajah, pendengaran, menelan. 3. Fungsi motorik. 4. Fungsi Sensorik. Pemeriksaan Oto-neurologis 1. Fungsi vestibuler : tes Nylen Barani, tes kalori, Elektronistagmogram. 2. Fungsi Pendengaran : Tes garpu tala, audiometri. Pemeriksaan Penunjang - Lab rutin : darah, urine. - Rontgen tengkorak, leher. - Neurofisiologi : EEG, EMG, BAEP (Brain Auditory Evok Potensial). - Neuroimaging : CT Scan, MRI. H. Terapi 1. Kausal : Kebanyakan kasus vertigo tidak diketahui penyebabnya, tetapi jika penyebab ditemukan, terapi kausal merupakan pilihan utama. 2. Simptomatik - Antikolinergik : Skopolamin, atropin. - Antihistamin : Dimenhidrinat, prometasin. - Bensodiasepin : Diasepam. - Ca antagonis : Flunarisin. - Buterofenon : Haloperidol. - Histaminik : Betahistin. 3. Terapi rehabilitasi (vestibular rehabilitation therapy/VRT) Vertigo vestibuler perifer, merupakan terapi fisik untuk menyebuhkan vertigo. Tujuan terapi ini adalah untuk mengurangi pusing, meningkatkan keseimbangan & mencegah seseorang jatuh dengan mengembalikan fungsi sistem vestibular. Akan mengalami perbaikan dalam 1-3 minggu. Sebagian bisa sembuh lebih cepat/ sebaliknya. Untuk mempercepat penyembuhan yaitu rehabilitasi, berupa “Vestibular exersice”. Tujuan dari vestibuler excersice ini adalah melatih mata dan otot, dengan koordinasi dari sentral, untuk menggunakan rangsang visual dan propioseptif mengkompensasi rangsang vestibuler yang hilang. Beberapa metode latihan vestibuler : a. Metode Brandt Daroff. - Pasien duduk ditepi tempat tidur dg kaki tergantung. - Ke 2 mata ditutup, berbaring dg cepat pd salah satu sisi tubuh selama 30 detik, kemudian duduk tegak kembali. - Setelah 30 detik, baringkan tbh kesisi lain dg cara yg sama, tunggu selama 30 detik, setelah itu duduk tegak kembali. Dilakukan 5 x pagi & 5 x malam. b. Latihan visual vestibuler. = Pasien yg msh berbaring. - Melirik keatas, kebawah, kekiri, kekanan. Selanjutnya gerakan serupa sambil menatap jari yg digerakkan pada jarak 30 cm. Mula-mula gerakannya lambat, makin lama makin cepat. - Gerakan kepala fleksi dan ekstensi, makin lama makin cepat, lalu diulang dengan mata tertutup. Setelah itu gerakkan kepala kekiri dan kekanan dengan urutan yang sama. = Pasien yang sudah bisa duduk - Gerakan kepala dengan cepat keatas dan kebawah sebanyak 5x, tunggu 5 detik/ lebih sampai vertigo hilang. Ulangi latihan 3x. - Gerakan kepala menatap kekiri/ kanan selama 30 detik, kembali keposisi biasa 30 detik. Ulangi latihan 3x c. Pasien yang sudah bisa berdiri/ berjalan. - Latihan seperti waktu berbaring dan duduk. - Duduk dikursi lalu berdiri dengan mata tertutup. - Jalan menyeberang ruangan dengan mata terbukadan tertutup - Jalan tandem dengan mata terbuka dan tertutup. I. Tindakan Pencegahan Penyakit keseimbangan seringkali dapat menjadi sangat tidak bisa diramalkan. Tergantung pada penyebabnya, gejalanya dapat terjadi setiap saat, bahkan setelah periode panjang dari ketidakhadiran gejala-gejala (remission). Oleh karenanya, untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk menghindari kecelakaan yang bisa disebabkan oleh penyakit keseimbangan. Berikut adalah daftar rekomendasi umum untuk orang-orang dengan penyakit-penyakit keseimbangan: • Merubah posisi secara perlahan-lahan, terutama ketika bergerak dari posisi berbaring/ duduk ke posisi berdiri. Ketika anda turun dari ranjang, duduk pada sisi ranjang untuk beberapa menit untuk mendapatkan orientasi anda dan mengizinkan sistim sirkulasi anda untuk menyesuaikan diri. • Ketika berjalan, fokus pada obyek-obyek yang jauh. Jangan melihat kebawah pada kaki anda. Hindari berjalan di area-area yang gelap/ tanah yang tidak stabil. • Ketika berkendara dalam mobil, usahakan untuk duduk di bangku depan. Lihat keluar jendela pada titik yang tetap. Ketika bergerak sekitar tikungan, pandang pada obyek yang jauh dibelakang tikungan. • Maksimalkan fungsi dari sistim-sistim sensor lain, seperti pendengaran & penglihatan. Selidiki keperluan untuk kacamata/ alat bantu pendengaran yang baru. • Gunakan bambu, tongkat jalan/ walker untuk dukungan & berikan orientasi tekanan & sentuhan tambahan (tactile). • Jika anda sedang mempunyai serangan-serangan dari dizziness (kepeningan), jangan mengemudi/ mengoperasikan mesin hingga dokter anda mengatakan aman untuk melakukannya. Hindari menaiki tangga atau situasi lain yang mungkin berbahaya jika anda tiba-tiba merasa pening (dizzy). • Berhati-hatilah ketika menggunakan obat-obat yang mungkin menyebabkan persoalan keseimbangan sebagai efek sampingan. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Kesimpulan pada makalah ini dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan. Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah pusing, 2. Penyakit yang juga disebut vestibulars disorders atau gangguan vestibular ini adalah gangguan kesehatan yang berhubungan dengan sistem keseimbangan kita, biasanya gejala yang timbul adalah rasa berputar (ingin jatuh), telinga berdengung dan kadang-kadang dengan rasa mual. 3. Pada dasarnya vertigo merupakan keluhan, bukan penyakit. Namun, keluhan ini bisa menjadi pertanda penyakit yang serius. Jadi, sekalipun bukan penyakit, vertigo tidak boleh disepelekan. B. Saran Saran yang dapat penulis sampaikan adalah sebagai berikut : 1. Vertigo harus dipelajari untuk lebih memaksimalkan dalam pemahaman ilmu keperawatan. 2. Pihak akademik perlu menyelenggarakan seminar tentang vertigo. 3. Akademik hendaknya menyediakan buku-buku yang berhubungan dengan vertigo, umumnya materi-materi yang berkaitan dengan ilmuu penyakit saraf. DAFTAR PUSTAKA • www.medicastore.com • http://id.wikipedia.org/wiki/Vertigo" • www.vitanouva.com • www.info-sehat.com • www.healthwise.com • Perawatemergency.blogspot.com • www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar